Diabetes itu apa, kenapa, dan gimana?

Temen-temen mungkin pernah denger istilah diabetes atau kencing manis. Sebenernya apa sih kencing manis itu? kenapa bisa terjadi kencing manis? terus gimana cara mengatasinya? bisa dicegah atau ga? makanan apa yang bagus untuk orang dengan kencing manis? Banyak banget pertanyaan seputar kencing manis dan banyak juga mitos tentang kencing manis di masyarakat awam. Yuk, kenali kencing manis lebih dekat biar kita bisa mencegahnya untuk kita dan keluarga kita.

Apa sih kencing manis atau diabetes itu?

Diabetes atau yang lebih dikenal dengan kencing manis merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (gula darah puasa lebih dari 126 mg/dl atau gula darah biasa lebih dari 200 mg/dl dengan gejala 3P (polyuria= sering pipis, polydipsia= sering haus, polyfagia= sering lapar) atau gula darah 2 jam setelah uji glukosa (Oral Glucose Tolerance Test) lebih dari 200 mg/dl.

Menurut laporan International Diabetes Federation, terdapat 425 juta orang yang menyandang diabetes pada tahun 2017 dan angkanya akan meningkat menjadi 629 juta orang pada tahun 2045. Indonesia mendapat peringkat ke-7 negara dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia.

Apa gejala diabetes?

Gejala klasik diabetes yaitu 3P (polyuria= sering pipis, polydipsia= sering haus, polyfagia= sering lapar). Beberapa orang juga mengalami penurunan berat badan yang signifikan, gatal-gatal, atau rabun. Apabila mendapati beberapa gejala di atas, coba cek kadar gula darah di klinik terdekat. Eiits, tidak semua gejala berarti diabetes lho ya, jd harus confirm dengan hasil lab gula darah dan diagnosa lanjut dari dokter.

Apa penyebab diabetes?

Penyebab diabetes ada beberapa faktor, diantaranya:

  1. Terjadi kerusakan pada pankreas sehingga tidak dapat memroduksi cukup insulin. Pankreas adalah kelenjar yang terdapat di tubuh kita, yang salah satu fungsinya untuk menghasilkan insulin. Insulin adalah hormon yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menurunkan kadar gula darah. Ketika kita makan, kadar gula darah akan naik. Pada keadaan normal, pankreas akan menghasilkan insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Kalau pankreasnya “rusak”, insulin tidak bisa diproduksi dengan cukup, akibatnya gula darah akan tetap tinggi. Biasanya keadaan ini terjadi pada penyandang diabetes tipe I dan faktor genetik cukup berpengaruh pada kasus ini.

  2. Resistensi insulin, yaitu keadaan tidak berfungsinya insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Dalam kasus ini, insulin diproduksi cukup oleh pankreas, namun tidak dapat digunakan secara maksimal oleh tubuh untuk menurunkan kadar gula darah karena terhambatnya “insulin signaling”. Insulin resisten salah satunya dipicu oleh obesitas. Kegemukan, terutama timbunan lemak di daerah perut (visceral fat), akan menghasilkan faktor inflamasi yang memicu resistensi insulin. Biasanya ini terjadi pada orang dengan diabetes tipe II. Pada jangka panjang, resistensi insulin tidak hanyak mengakibatkan tingginya kadar gula darah (hyperglycemia, hyper= tinggi & glycemic= gula darah), tetapi juga tingginya kadar insulin (hyperinsulinemia, hyper= tinggi & insulinemia= insulin dalam darah).

    Related image

    Source: ghr.nlm.nih.org

  3. Diabetes gestasional, yaitu keadaan kadar gula darah yang tinggi saat hamil

Bagaimana cara mengatasi diabetes?

Diabetes ga bisa disembuhkan tetapi bisa dikontrol supaya gula darahnya ga terlalu tinggi. Ada beberapa cara untuk mengontrol gula darah pada diabetes, diantaranya obat, gaya hidup sehat (olahraga), pengaturan pola makan, serta edukasi. Dokter biasanya akan memberikan obat untuk mengontrol kadar gula darah. Banyak dari diabetesi merasa terbebani dengan minum obat dari dokter, merasa obat adalah “racun” yang memberatkan kerja ginjal, dan akhirnya banyak yang memilih pengobatan alternatif atau jamu-jamuan yang terkadang lebih banyak “risiko” daripada “manfaat”-nya dan akhirnya memperburuk komplikasi diabetesnya. Ini terjadi pada ayah saya. Saat awal didiagnosa diabetes oleh dokter, ayah saya minum sambiloto dan berbagai “pait-paitan” karena dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah, tetapi kadar gula darahnya tetap tinggi. Sekarang ayah saya rutin mengonsumsi obat dari dokter dan kadar gula darahnya cukup terkontrol. Sebagai nutritionist, saya mengakui bahwa jamu-jamuan dari berbagai tumbuhan mengandung antioksidan yang dapat menurunkan inflamasi, menghambat kerja enzim pemecah karbohidrat, dan menghambat penyerapan gula sehingga dapat menurunkan kadar gula darah. Akan tetapi, butuh studi lebih lanjut untuk menentukan dosis efektif serta meneliti efek samping dari penggunaan obat herbal tersebut.

Oia balik lagi ke topiknya, pengaturan pola makan menjadi hal yang sangat penting bagi diabetesi, terutama untuk jam makan, serta jenis dan jumlah karbohidrat yang dimakan. Kenapa mesti fokus ke karbohidrat? karena karbohidrat (terutama karbohidrat sederhana, seperti gula) berkontribusi cepat pada kenaikan gula darah. Makanan sumber karbohidrat yaitu nasi, roti, mie, pasta, kentang dan ubi, termasuk berbagai makanan yang terbuat dari tepung-tepungan lainnya. Akan tetapi, ga semua karbohidrat itu sama responnya terhadap gula darah. Respon gula darah terhadap karbohidrat yang dikonsumsi dikenal dengan istilah indeks glikemik (Glycemic Index). Skala glikemik index ini mulai dari 0-100. Semakin cepat karbohidrat menaikkan gula darah, maka indeks glikemiknya semakin tinggi. Makanan dengan indeks glikemik rendah (0-55) lambat dalam menaikkan kadar gula darah dan sangat disarankan untuk menjaga kestabilan kadar gula darah. Contoh makanan dengan indeks glikemik rendah yaitu: apel, tomat, brokoli, oat bran, yoghurt rendah lemak, kacang polong, sedangkan contoh makanan dengan indeks glikemik tinggi yaitu: semangka, gula pasir, donat, roti tawar, cornflakes. Kalau mau tau info lebih lanjut tentang indeks glikemik, bisa kunjungi langsung website ini. Btw, bukan berarti makanan dengan indeks glikemik rendah bisa dimakan berlebihan juga. Misal, apel sekilo langsung dihabisin sekali makan, ya ujung-ujungnya gula darahnya juga akan naik tinggi. hehe. Intinya makan secukupnya aja, lebih baik makan sering tapi porsi kecil daripada makan sekali langsung banyak. Perbanyak makan serat dan protein dalam piring makan kita, misal dalam satu piring: 1/2 piring sayur, 1/4 nasi, 1/4 nya lagi lauk.

Terus satu lagi nii, jangan sampe skip makan. kenapa? karena dapat memicu hipoglikemi, yaitu keadaan gula darah di bawah batas normal. Gejala hipoglikemi diantaranya lemas, gemetaran, keringat dingin, bahkan bisa sampai pingsan. Selain itu, tubuh juga akan memecah cadangan makanan dari dalam tubuh untuk meningkatkan kadar gula darah, sehingga gula darah akan meningkat, dan pada jangka panjang terkadang orang dengan diabetes juga mengalami penurunan berat badan.

Makanan apa yang boleh dan ga boleh dimakan oleh orang dengan diabetes?

Diabetesi boleh kok makan apa aja, tapiiiii dibatasi untuk makanan yang manis-manis. Boleh makan coklat? boleh, tapi dikit aja. Boleh makan es krim? boleh tapi dikit aja asal nyobain sesendok aja. Kalo makanan yang bagus buat menjaga gula darah yaitu, as I mentioned before, perbanyak serat dan protein. Sumber serat yaitu sayur, buah, dan gandum utuh (whole grain). Sumber protein yaitu kacang-kacangan dan olahannya (termasuk tahu dan tempe), ikan, ayam, telur, daging, susu. Konsultasikan dengan ahli gizi di puskesmas atau RS untuk tau lebih jelas lagi tentang berapa banyak kalori yang dibutuhkan dan pengaturan menu karena kebutuhan kalori tiap orang berbeda-beda.

Mitosnya, nasi dingin bagus buat diabetesi, bener gak?

Berdasarkan penelitian, nasi dingin memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Proses pendinginan memicu terbentuknya pati resisten (resistant starch), yaitu jenis karbohidrat yang susah dicerna oleh enzim pemecah karbohidrat, sehingga tidak terlalu cepat dalam menaikkan kadar gula darah.

Diabetes bisa memicu penyakit lain, iya gak sih?

Tingginya kadar gula di dalam pembuluh darah dapat “merusak” pembuluh darah sehingga memicu komplikasi di berbagai organ, seperti jantung, ginjal, mata, dan sel saraf. Tapi komplikasi ini bisa dicegah dengan cara sebisa mungkin untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam range normal (untuk diabetesi gula darah puasa sekitar 70-130 mg/dl dan gula darah sewaktu <180 mg/dl).

Masih banyak lagi mitos dan fakta tentang diabetes tapi berhubung udah larut malam jadi kita sambung lain waktu ya.. Semoga bermanfaat.

Kalau ada pertanyaan atau saran, boleh comment langsung di bawah ini karena aku sendiri pun masih belajar. Hehe. Terima kasih.

Sumber:

American Diabetes Association. (2014). Diagnosis and classification of diabetes mellitus. Diabetes care37(Supplement 1), S81-S90.

International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas 2017. http://www.diabetesatlas.org/resources/2017-atlas.html

Lebovitz, H. E. (2001). Insulin resistance: definition and consequences. Experimental and clinical endocrinology & diabetes109(Suppl 2), S135-S148.

Tulisan ini buat papa, nyai, om2, dan tante yang bersahabat dengan diabetes, serta untuk teman2 saya yang peduli dengan diabetes. “You’re sweeter than sugar“, jadi ga usah tambah gula lagi yaa kalo minum teh-nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s