Kuliah gizi di Chulalongkorn University, Thailand

Preface

Ini tahun ke-lima aku kuliah di Food and Nutrition Program, Chulalongkorn University di Thailand. Kok lama banget 5 tahun? memang program yang aku ambil saat ini adalah integrated MSc-PhD program dengan lama studi 5 tahun. Jadi setelah aku lulus S1, aku sempat kerja di perusahaan swasta selama hampir 2 tahun, terus aku langsung lanjut program S3 ini. Udah lama di sini tapi aku jarang update tentang gimana kuliahan di sini. Jadi aku akan share sedikit dari awal gimana aku sekolah di sini dan lika-likunya.

Kenapa pilih Thailand?

Aku juga ga tau kenapa. Haha. Aku sebenernya ga pernah berpikir sebelumnya untuk sekolah di Thailand. Tapi Allah menunjukkan jalan-Nya kesini. hehe. Jadi waktu itu ada kerjasama antara IPB (kampusku sebelumnya) dengan Chulalongkorn University. Ada kesempatan untuk beasiswa S2 di program Food and Nutrition ini. Aku coba kesempatan ini dan Alhamdulillah keterima. Ternyata Chulalongkorn University adalah universitas tertua dan terbaik di Thailand. Berdasarkan QS World Ranking 2018, Chulalongkorn University menempati peringkat 271 top universitas di seluruh dunia dan berada di posisi ke-50 terbaik di Asia.

Cara apply beasiswanya gimana?

Kalau kamu berminat lanjut sekolah di Chulalongkorn University, bisa klik di sini untuk lihat beasiswa yang ditawarkan. Ada banyak jenis beasiswa yang ditawarkan di Chulalongkorn University. Aku Alhamdulillah dapet beasiswa 100th years Anniversary of Chulalongkorn University dan Top-Up beasiswa Graduate School. Dari beasiswa ini aku dapet 10.500 THB per bulan dan accomodation di CU International House. Biasanya Graduate School buka pendaftaran beasiswa sekitar bulan Feb-Mar, jadi sering2 aja cek websitenya Graduate School untuk info terbaru. Syarat beasiswa: IPK minimal 3.25 dan TOEFL 500 (lampirkan TOEFL score yang masih berlaku at least 2 tahun). Beberapa berkas yang harus dilengkapi: 1.) Formulir aplikasi beasiswa, 2.) Transkrip nilai, 3.) Hasil tes bahasa inggris, 4.) 2 copy surat rekomendasi dari pembimbing dan direktur program, 6.) foto 4×6, + aku juga kirim CV dan cover letter waktu itu. Setelah apply beasiswa, nanti ada informasi untuk seleksi wawancara melalui Skype. Jangan lupa pilih waktu yang tepat dan jaringan internet yang paling oke + banyak2 doa agar dimudahkan dan dilancarkan urusannya. Terakhir, tinggal nunggu pengumuman beasiswanya. Waktu itu aku dapet pengumuman beasiswa sekitar bulan Juni.

Next step setelah keterima harus ngapain?

Next stepnya adalah minta letter of acceptance (LoA) untuk mengurus visa di Kedutaan Kerajaan Thailand di Jakarta. Syarat-syarat dan biaya pengurusan visa bisa lihat di sini.

Sesampainya di Thailand

Pas sampe di Thailand, aku langsug menuju CU International House, yaitu fasilitas apartemen yang disediakan untuk mahasiswa internasional di Chulalongkorn University. Fasilitas ini juga sudah di-cover oleh beasiswa yang aku terima. Hari pertama, aku harus bertemu dengan program director-ku. Beliau menjelaskan apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk claim tiket pesawat dan mendapatkan living allowance. Ada banyak dokumen yang harus dilengkapi dan di-submit ke Graduate School.

Semua terlihat indah, sampai…

Tahun pertama dan tahun kedua diisi dengan course-work. Belajar di kelas, praktikum, presentasi, diskusi, ujian, dan sebagainya. Kemudian, memasuki tahun kedua sebagai Ph.D student, aku harus melewati ujian kualifikasi (Qualifying Examination/ QE). Ini ujian yang menentukan apakah aku layak menjadi Ph.D candidate atau tidak. Kalau aku bisa melewati ujian ini, maka aku akan melanjutkan studiku, tapi kalau tidak, aku harus resign dan mengganti semua uang yang telah aku dapat. Whatt??! aku ga punya banyak uang untuk mengganti uang tsb, jadi aku harus lulus ujian ini. Iya, salah satu yang membuatku merasa “kecele” adalah aku menandatangani contract yang menyebutkan bahwa “aku harus mengganti uang yang telah aku terima apabila aku gagal dalam ujian thesis”. Jadi, mau ga mau harus lulus ujian ini. Buat temen2 yang mau apply beasiswa dimanapun itu, perhatikan baik-baik semua syarat dan ketentuan beasiswanya yaa.

Aku mengalami gagal beberapa kali sebelum aku berhasil lulus QE. It was a tough and stressful year for me.  Setelah lulus QE, aku mulai menulis proposal penelitianku dan menjalani ujian proposal di akhir tahun ke-tiga. Kebanyakan dari teman-temanku sudah mulai penelitian sejak awal tahun ke-dua, namun tidak denganku. Perjalanan kuliah ini memang tak bisa dibandingkan satu sama lain. Dalam kasusku, aku sangat bergantung pada pembimbingku karena aku ikut dalam projek beliau. Tapi aku belajar banyak dari sini, mulai dari berdiskusi dengan pemimpin perusahaan dan peneliti lain, mengajukan proposal penelitian untuk pendanaan penelitian, hingga ujian kesabaran yang setia menghampiriku setiap waktu. haha.

Aku merasa menyia-nyiakan banyak waktu selama ini karena aku selalu membandingkan diri dengan teman-teman lain. Aku mencoba lebih produktif dengan sekadar aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia di Thailand (Permitha), menjadi jurnalis di biro pers PPI Dunia, membaca jurnal dan menulis artikel, hingga nulis di blog ini. Semoga apa yang aku tulis hari ini bisa bermanfaat untuk orang lain di kemudian hari. Mohon doanya yaa teman-teman, semoga aku dimudahkan dalam penelitiannya, dilancarkan, dan cepat lulus dari sini. Aamiin ya Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s