Belajar dari SI PPI Dunia 2015

Halloo..

Alhamdulilah tahun ini saya dikasih kepercayaan untuk mewakili Permitha di ajang Simposium Internasional PPI Dunia 2015. Saya juga ditemani oleh Mbak Lia perwakilan dari Departemen ASEAN Community Permitha. Kita berdua seneng banget bisa berangkat ke sana, ketemu dengan temen-temen PPI dari negara lainnya, bahkan lebih. Lebih dari 100 delegasi PPI dari lebih dari 30 negara menghadiri ajang tahunan ini.

IMG_26954523417999

Foto Bersama – Simposium PPI Dunia 2015

Acara ini berlangsung pada 7-11 Agustus 2015 di KBRI Singapura. Saya dan mbak Lia baru tiba di Singapura tanggal 7 Agustus, malamnya kita langsung ke lokasi mini olympics. Di sana ada lomba 17an jaman kita kecil dulu, seperti lomba balap karung, masukkin pensil ke dalam botol, tarik tambang, dan futsal. Peserta lombanya dibagi per kawasan: Asia-Oseania, Amerika-Eropa, dan Timur Tengah-Afrika. Tim Amerika-Eropa keluar sebagai juara umum Mini Olympics ini. Congratulation!! Yeay!

Keesokan harinya, dilaksanakan pembukaan SI PPI Dunia 2015 yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Dr. Anies Baswedan), Mantan Wakil Presiden RI (Prof. Boediono), Menteri Perhubungan RI (Bapak Ignasius Jonan), dan banyak lagi tokoh-tokoh penting lainnya. Saya sangat terkesan dengan sambutan Pak Anies Baswedan. Kata-kata beliau yang saya ingat sampai sekarang yaitu “Kalau kamu sekolah di luar negeri, jangan buru-buru pulang. Cari dulu pengalaman kerja 1-2 tahun, ambil ilmu sebanyak-banyaknya lalu pulanglah ke Indonesia. Bukan untuk menerapkan ilmu yang kita dapat, tetapi untuk memecahkan masalah yang ada di Indonesia”. Selain itu, ada lagi quotes yang saya ingat dari Pak Anies “If your dream doesn’t scare you, then it is not big enough“. Waah keren banget lah Pak Anies Baswedan. Jadi kita harus bermimpi sebesar mungkin dan tentunya berusaha untuk mencapainya dong ya..

DSC_0084

Ahmad Almaududy Amri, Ketua PPI Dunia 2014-2015 memberikan sambutan di pembukaan SI PPI Dunia 2015

DSC_0214

Diskusi dengan Mendikbud RI, Dr. Anies Baswedan

Acara dilanjutkan dengan diskusi panel I dengan tema “Semangat 250 juta manusia: banyak anak, pastikah banyak rejeki?” dengan mengundang Bapak Faisal Basri dan Ririek Ardiansyah sebagai pembicaranya. Kemudian dilanjut dengan diskusi panel II bertemakan “Memperbaiki pendidikan, meraih momentum di era keterbukaan ekonomi” dengan mengundang Ibu Philia Wibowo dan Prof. Yohanes Surya sebagai pembicaranya. Menurut Prof. Yohanes Surya, Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, sayang kalau tidak dikembangkan. Untuk membentuk SDM yang hebat, diperlukan metode yang tepat dan guru-guru yang berkualitas.

Hari pertama ditutup dengan Gala Dinner, pengumuman PPI Dunia Award, serta pertunjukan seni dari PPI Singapura. PPI Belanda meraih PPI Award untuk kategori Program Kerja Pendidikan Terbaik. PPI Belanda mengadakan program “Lingkar Inspirasi” yang merupakan mini seminar pendidikan yang diadakan setiap bulan dengan tema berbeda. Selain itu, PPI Belanda juga mengadakan kegiatan “Cerita van Holland” yaitu sesi sharing dari pelajar Indonesia di Belanda mengenai kehidupan pelajar di Belanda. PPI Korea Selatan (Perpika) merebut dua award sekaligus untuk Program Kerja Rekreasional Terbaik dan Program Kerja Sosial Terbaik. Program kerja Perpika yang diusung yaitu “Beasiswa untuk Indonesia”, “Sepatu untuk Indonesia”, serta “Khamsahamnida Korea (Terima Kasih Korea)”. Khamsahamnida Korea merupakan kegiatan pagelaran seni dan budaya Indonesia yang diadakan di Children’s Grand Park. Berbagai seni tari dan budaya Indonesia ditampilkan oleh Perpika dan pekerja di Korea untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Korea. Congratuliation for PPI Belanda, Perpika, dan PPI Aussie.. You’re amazing! Semoga Permitha tahun depan juga bisa menjadi salah satu penerima award-nya. hehe.. Aamiin

SAM_3651

Ketua Perpika (Rio)  menerima penghargaan sebagai PPI dengan proker sosial terbaik dan rekreasional terbaik

Menurutku, porker Permitha juga banyak yang bagus kok, seperti ASEAN Talk, Thai Class, Bakti Sosial memperingati hari kemerdekaan, dan lain-lain. Tapi pastinya kita masih harus banyak belajar dari PPI lainnya, mulai deri segi konsep acara, funding, sampai teknisnya. Banyak PPI yang hampir atau bisa dikatakan sudah mandiri dalam hal funding. Mereka juga aktif sampai di cabang-cabang PPI-nya. Semoga Permitha juga bisa aktif sampai di simpul-simpulnya. Semangat!!

IMG_3146

Pertunjukan budaya dari PPI Singapura

Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel III bertajuk “Semangat kewirausahaan: membangun keunggulan kompetitif bagi Indonesia” dengan mengundang Ibu Mari Elka Pangestu, Derianto Kusuma, dan Sandiaga Uno sebagai pembicaranya. Acara dilanjutkan dengan panel diskusi IV yang mengusung tema “Pengalaman internasional untuk kemajuan nasional: meningkatkan kontribusi diaspora Indonesia”. Hari kedua ditutup oleh kuliah umum oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Jusuf Kalla. Pak Jusuf Kalla berkata bahwa Indonesia memiliki banyak peluang untuk maju. Namun kita masih harus banyak belajar dari negara lain, seperti Singapura untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan teknologi lebih baik lagi. Kemajuan teknologi, sistem politik, dan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara akan menentukan kemajuan negara tersebut.

_MG_4578

Diskusi bersama Sandiaga Uno, Derianto Kusuma, dan Prof. Mari Elka Pangestu

Hari ketiga merupakan puncak acara dari rangkaian SI PPI Dunia 2015. Ketua Presidium Dewan PPI Dunia 2014-2015, Ahmad Almaududy Amri, menyampaikan laporan pertanggung jawaban dan program kerja PPI Dunia 2014-2015 yang telah tercapai. Sebanyak 69 program kerja berhasil direalisasikan dari 29 rekomendasi program kerja yang telah disepakati sebelumnya saat SI PPI Dunia 2014 di Jepang. Setelah itu dilakukan pengesahan logo PPI Dunia dan AD/ART yang baru. Acara dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Dewan Presidium PPI Dunia 2015-2016 dan pemilihan tempat SI PPI Dunia 2016. Steven Guntur dari PPI Rusia terpilih sebagai Ketua Dewan Presidium PPI Dunia 2015-2016 dan Mesir terpilih sebagai lokasi SI PPI Dunia 2016. Selamat mengemban tugas Pak Steve!! We’re here to support you..

1439791772526

Delegasi Permitha bersama Ketua PPI Dunia 2015-2016, Steven Guntur

1439562227569

It’s an honor to take photo with them. haha (kiri: Dudy, kanan: Steve)

Pada SI PPI Dunia kali ini, juga disusun 8 butir Deklarasi Singapura yang berisi rekomendasi bagi pemerintah dalam rangka menyambut MEA 2015. Well done, acaranya sukses! terima kasih kepada KBRI yang telah mendukung delegasi Permitha. Terima kasih kepada Permitha yang telah mempercayai saya sebagai delegasi. Terima kasih juga kepada panitia atas kerja kerasnya. Otsukaresamadeshita. Kalian luar biasaa.. 😀

Mungkin saya tidak bisa memberi banyak sebagai perwakilan Permitha di SI PPI Dunia kali ini, tapi saya belajar banyak dari PPI negara lain. Ada banyak PR untuk Permitha (untuk BPH kita rapat di belakang nanti yaa.. hehe). Semoga bermanfaat..

SAM_3654

Foto bersama delegasi PPI Filipina

1439562472152

Zakiah – delegasi PPI Mesir

11855869_10207803033819562_4651409905352870987_n

Delegasi PPI Kawasan Asia Oseania

38854

Jalan-jalan ke little India bersama beberapa delegasi PPI

*) Sumber foto: Panitia SI PPI Dunia, mba Anantalia, dan koleksi pribadi

Advertisements

3 thoughts on “Belajar dari SI PPI Dunia 2015

  1. Acara Khamsahamnida yang kemarin diadakan di Children’s Grand Park. Acara lumayan menarik minat orang-orang lokal dan ada beberapa turis dari negara lain juga (kalau dilihat dari wajahnya sih Western punya). Sayangnya, karena di Korea perijinan untuk menyewa tempat sepertinya masih banyak aturan, teman-teman PERPIKA nggak bisa nunjukin makanan khas Indonesia secara pol2an. From my point of view, biasanya orang cenderung tertarik dengan culinary, followed by kekayaan budaya. Permitha juga ada acara yang mirip nggak?

    Like

    • Menurutku itu juga udah keren mba.. apalagi tantangannya orang Korea yang cenderung tertutup terhadap kebudayaan asing. Salut lah sama Perpika 🙂
      klo ada festival kulinernya jugaa pasti lebih seru yaa mba. Klo Permitha sendiri sebenernya ada namanya Indonesian Festival, harusnya berjalan bulan Agustus ini. tp masih belum ada progress nih. haha.. Konsep acaranya hampir sama, kita kenalin budaya dan makanan Indonesia ke masyarakat Thai..

      Like

      • Iya. Mungkin akan lebih ramai di sana, karena orang Thai kebanyakan sudah pernah dengar dan mungkin banyak yang pernah mampir Indonesia.
        Sukses buat acaranya ^ ^

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s